Sabtu, 19 Agustus 2017

Pemilik salon minta maaf kepada Bupati Mimika

id Pemilik salon minta maaf kepada Bupati Mimika, Papua
Pemilik salon minta maaf kepada Bupati Mimika
Bupati Mimika Eltinus Omaleng (Foto: Antara Papua/Jeremias Rahadat)
Jujur kami tidak bermaksud lain. Kami juga sadar hal itu setelah sudah diunggah ke facebook, tanpa kami ketahui awalnya bahwa akan menuai banyak komentar yang menilai miring tentang kunjungan Bapak Bupati Omaleng
Timika (Antara Papua) - Pemilik salah satu salon kecantikan di Timika meminta maaf atas keteledorannya mengunggah foto tiga karyawatinya bersama Bupati Kabupaten Mimika Eltinus Omaleng di media sosial, yang kemudian menjadi bahan pembicaraan para "netizen".

Pemilik salon kecantikan, Asrianti Wahid di Timika, Kamis, mengakui foto yang diunggah tersebut semata-mata dilakukan sebagai bentuk kebanggaan karena salonnya dikunjungi orang nomor satu di Mimika itu.

Foto tiga karyawati sedang bersama Bupati Mimika yang saat itu bertelanjang dada ketika keramas di salon tersebut, diunggah ke akun facebook Al Adlu, pada Minggu (4/6) dan akhirnya tersebar luas.

"Jujur kami tidak bermaksud lain. Kami juga sadar hal itu setelah sudah diunggah ke facebook, tanpa kami ketahui awalnya bahwa akan menuai banyak komentar yang menilai miring tentang kunjungan Bapak Bupati Omaleng," kata Asrianti.

"Sumpah, kami sungguh-sungguh tidak sengaja. Kami juga sangat menyesal setelah adanya presepsi negatif dari teman-teman lain di facebook kami. Kami Minta maaf kepada Bapak Bupati dan Keluarga besarnya, juga kepada masyarakat Mimika," katanya lagi.

Asrianti menuturkan bahwa Bupati Mimika saat itu ke salonnya pada Minggu sore dan saat itu menjelang buka puasa sehingga Bapak Bupati hanya melakukan keramas sekitar setengah jam, padahal biasanya jika melayani pelanggan seharusnya lebih lama dari waktu tersebut.

Sementara itu, dua karyawati yang memijat tangan kiri dan kanan Bupati seperti foto yang diunggah tersebut diakuinya bahwa itu berdasarkan permintaan Bupati Eltinus.

"Intinya bukannya kita mau memanfaatkan situasi, itu tidak benar," ujarnya.

Sementara itu, perihal foto Bupati yang bertelanjang dada dan melepaskan kalungnya tersebut merupakan hal biasa yang dialakukan kepada pelanggan lainnya, di mana jika hendak keramas maka harus bertelenjang dada mengingat akan menggunakan air dan cairan condisioner, selanjuntnya akan diberikan pijatan-pijatan ringan (refleksi).

"Kan kalau kita mau keramas harus menggunakan air dan condisioner, jadi otomatis pasti basah. Susah kalau orang bilang kita ada layanan-layanan miring di tempat ini, kami murni sebagai salon saja," tuturnya.

Meski demikian, Asrianti pun mengakui, tingkah salah satu karyawatinya yang memegang kalung milik Bupati Mimika ketika itu adalah dikarenakan sebelumnya tidak pernah melihat kalung emas seberat dan sebesar yang dimiliki Bupati Eltinus.

"Kami juga menyesal karena kami lancang mengunggah foto dan anak buah saya memegang kalung tersebut. Itu semua sebenarnya karena rasa bangga kami karena dikunjungi Bapak Bupati," ujarnya.

Asrianti kepada wartawan menyayangkan tanggapan masyarakat di media sosial.

Kehadiran Bupati ketika itu didampingi oleh ajudan dan beberapa rekan, sedangkan di dalam salon tersebut juga masih terdapat banyak pelanggan lain yang juga sedang melakukan perawatan.

Menanggapi hal itu, istri Bupati Eltinus, Kalina Omaleng yang langsung mendatangi pemilik salon dan meminta penjelasan mengaku khawatir jika ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan momen tersebut untuk menjatuhkan nama baik bupati.

"Yang penting sudah jelas alasannya, kalau ada pihak lain yang sebar luaskan itu, maka akan berurusan dengan hukum," kata Kalina. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga