Sabtu, 19 Agustus 2017

Polda Papua segera kerahkan 120 Brimob Kalsel ke Puncak Jaya

id Polda Papua segera kerahkan 120 Brimob Kalsel ke Puncak Jaya, Papua
Polda Papua segera kerahkan 120 Brimob Kalsel ke Puncak Jaya
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar (Foto: Antara Papua/Evarukdijati)
Dari 120 personel, baru 45 personel yang diterbangkan ke Mulia dari Jayapura sedangkan sisanya akan dikirim secara bertahap
Jayapura (Antara Papua) -Kepolisian Daerah Papua segera mengerahkan 120 anggota Brimob dari Kalimantan Selatan ke Mulia, Puncak Jaya, untuk mengamankan pemungutan suara ulang (PSU) yang akan berlangsung di enam distrik.

"Dari 120 personel, baru 45 personel yang diterbangkan ke Mulia dari Jayapura sedangkan sisanya akan dikirim secara bertahap," kata Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar dalam pertemuan dengan KPU, Bawaslu Papua dan para calon bupati dan wakil bupati di Jayapura, Selasa.

Ia mengatakan dengan ditambahnya personel maka personel Polri dan TNI berjumlah 700 orang dan jumlah tersebut dianggap cukup untuk mengamankan pelaksanaan PSU di enam distrik di Kabupaten Puncak Jaya.

Walaupun personel yang dikerahkan relatif cukup,pihaknya tetap meminta para calon bupati dan wakil bupati beserta pendukung agar senantiasa menjaga keamanan diwilayah itu.

"Mari bersama-sama menjaga keamanan sehingga kasus yang terjadi beberapa waktu lalu tidak terulang lagi," harap Irjen Pol Boy Rafli.

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri mengatakan polisi akan meningkatkan pengamanan baik di KPU maupun bawaslu atau panwas sehingga insiden pengrusakan yang terjadi di Mulia, Senin (5/7) tidak lagi terjadi sehingga pelaksanaan PSU dapat berlangsung aman.

Aparat keamanan siap mengamankan pelaksanaan PSU dienam distrik di Kabupaten Puncak Jaya, tegas Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar.

PSU di enam distrik dilaksanakan di Distrik Dagai, Ilamburawi, Lomo, Molanikime, Yambi dan Distrik Yamoneri yang tersebar di 72 TPS.

Para peserta PSU adalah mantan wakil bupati Puncak Jaya Yustus Wonda-Kirenius Telenggen, lalu ada juga petahana Henock Ibo-Rinus Telenggen, dan mantan Sekda Puncak Jaya Yuni Wonda-Deinas Geley. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga