Jumat, 18 Agustus 2017

BPJS Kesehatan ajak warga budayakan hidup sehat

id BPJS Kesehatan ajak warga budayakan hidup sehat
BPJS Kesehatan ajak warga budayakan hidup sehat
Suasana pelayanan di BPJS Regional Papua dan Papua Barat. (Foto: Antara Papua/Anwar)
prolanis merupakan sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif terhadap peserta JKN-KIS yang menderita penyakit kronis seperti Diabetes Mellitus dan Hipertensi, untuk mencapai kualitas hidup yang optimal
Jayapura (Antara Papua) - Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Cabang Jayapura, Provinsi Papua mengajak warga yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di daerah setempat membudayakan pola hidup sehat.

Warga yang diajak juga tergabung dalam Klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) untuk membudayakan pola hidup sehat melalui peningkatan aktivitas fisik.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Mathias Krey ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Selasa mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan ajakan itu dalam momentum Gebyar Prolanis yang digelar di Lapangan Brimob Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura pada Sabtu (20/5) pekan lalu.

Lanjut dia, dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS, maka BPJS Kesehatan mengajak peserta JKN-KIS se-Indonesia yang tergabung dalam Klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) untuk membudayakan pola hidup sehat melalui peningkatan aktivitas fisik.

Mathias menjelaskan, prolanis merupakan sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif terhadap peserta JKN-KIS yang menderita penyakit kronis seperti Diabetes Mellitus dan Hipertensi, untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

"Melalui kegiatan Gebyar Prolanis, kami ingin mempromosikan betapa murahnya dan mudahnya untuk menerapkan pola hidup sehat. Cukup dengan melakukan senam setiap pagi, kita sudah meningkatkan kebugaran dan sistem imun kita sehingga tidak mudah sakit," ujarnya.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat sehari-hari, kata dia, diharapkan jumlah peserta JKN-KIS yang sakit bisa menurun, sehingga pembiayaan pelayanan kesehatan dapat dialokasikan ke program promotif, preventif untuk menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat.

Dari data yang di peroleh, sebanyak 6.468 Klub Prolanis, dan 101.486 peserta Prolanis yang tersebar di 288 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hingga April 2017, tercatat ada 302.325 peserta Prolanis Diabetes Mellitus dan 334.979 peserta Prolanis Hipertensi.(*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga