Jumat, 18 Agustus 2017

Bayi berkepala dua lahir di Makassar

id Bayi berkepala dua lahir di Makassar, Sulawesi Selatan
Bayi berkepala dua lahir di Makassar
Bayi berkepala dua lahir di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (14/9/2016). (Foto: Istimewa)
Kondisi bayi itu kini sedang stabil dan dirawat di ruang NICU (Neonatal Intensif Care Unit) dibantu dengan alat pernapasan.
Makassar (Antara Papua) - Seorang bayi lahir di Rumah Sakit Umum Provinsi Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan dengan dua kepala, satu badan, dua kaki dan dua tangan, pada Rabu (14/9) pukul 09.45 WITA.

"Kondisi bayi itu kini sedang stabil dan dirawat di ruang NICU (Neonatal Intensif Care Unit) dibantu dengan alat pernapasan," kata Direktur Umum dan Operasional RSUP RSWS dr Sriwati Palaguna, Makassar, saat dihubungi Kamis malam.

Proses kelahiran, kata dia, dilakukan dengan operasi caesar yang dilakukan dr Effendi Lukas dengan sukses meski berjalan cukup dramatis.  

Sedangkan ibu bayi yang tinggal di Jalan Perintis Kemerdekan VII Makassar masuk di Ruang Kebidanan RS setempat pada Selasa (13/9) sekira pukul 11.30 WITA.

Berat badan bayi yang belum diberi nama itu 3,4 kilogram, dengan panjang badan 42 sentimeter, apgar score 5/7 dalam kondisi sesak.

Proses kelahiran, lanjutnya, dilakukan sistem resusitasi dan dibantu alat pernapasan (C-Pap) kepada bayi tersebut agar bisa bernapas. Saat ini bayi itu di bawah tanggung jawab dr Emma Alasiry.

Orang tua bayi itu masuk rumah sakit dengan status melalui jalur umum, dan saat ini masih dirawat di ruang perawatan.

Pihak keluarga enggan diminta keterangan karena masih syok. Hingga saat ini jenis kelamin bayi malang tersebut belum diketahui.

Dr Sriwati mengatakan, sebelumnya pernah terjadi kelahiran serupa dan dilakukan operasi pemisahan namun kondisi bayi tidak bertahan lama dan akhirnya meninggal dunia.

Humas RSUP RSWS dr Ilham menyatakan kondisi bayi masih terus dikontrol dan mendapat pengawasan dari dokter penanggungjawabnya. Pihak dokter rumah sakit terus berupaya melakukan hal terbaik bagi bayi tersebut.

"Bayi itu masih dibantu alat pernapasan. Tim dokter segera dibentuk untuk menangani persoalan ini, untuk operasi pemisahan masih belum dilakukan karena tim baru membahas solusinya," katanya pula. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga